Minggu, 27 Januari 2013

Blue Ocean Strategy



Blue Ocean Strategy




Menghadapi kondisi persaingan pasar yang semakin ketat, tentunya menuntut para pelaku usaha untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi pemasaran. Bahkan melihat kondisi pasar  yang semakin hari kian ramai, sekarang ini tidak hanya strategi pemasaran “standar” saja yang dibutuhkan para pelaku usaha untuk memenangkan persaingan pasar. Namun, mereka mulai dituntut agar lebih kreatif dan berani keluar dari zona nyaman untuk membuat sebuah gebrakan baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh para kompetitor. Contohnya saja dengan menerapkan strategi pemasaran Blue Ocean untuk membidik ceruk pasar yang masih belum tergarap oleh para pesaing.

Yang dimaksudkan dengan Blue Ocean Strategy adalah sebuah strategi bisnis yang dipaparkan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne, dimana mereka mengajarkan para pelaku usaha untuk bisa menaklukan ketatnya persaingan dengan menciptakan pangsa pasar baru yang belum pernah dilirik maupun tersentuh oleh para kompetitornya. Melalui strategi ini, Chan Kim dan Renee Mauborgne menghimbau para pengusaha untuk menghindari ceruk pasar yang sudah jenuh dengan persaingan. Daripada bersaing di ceruk pasar yang sudah sangat padat, lebih baik menciptakan sebuah ruang baru yang lebih potensial dan berusaha memberikan nilai tambah pada ceruk pasar yang selama ini belum dilirik para pesaing.

Lalu, bagaimana caranya menerapkan blue ocean strategy untuk mengatasi persaingan? Berikut ini adalah beberapa tips pemasaran ala blue ocean strategy yang bisa Anda terapkan untuk memenangkan persaingan pasar.

1.    Fokus pada ceruk pasar yang diminati
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan yaitu menciptakan ceruk pasar baru yang tidak pernah dilirik kompetitor lain, misalnya saja dengan mengangkat hobi atau passion yang Anda miliki menjadi sebuah peluang yang cukup potensial.

Strategi bisnis seperti inilah yang sukses mengantarkan Bobby Handojo Gunawan dalam mengembangkan bisnis café & resto yang Ia beri nama Dream Cars Resto And Café, di Surabaya. Memanfaatkan hobi otomotif yang Ia miliki, Bobby mencoba menghadirkan sebuah konsep restoran & café yang unik yakni menggunakan koleksi mobil tuanya sebagai tempat makan bagi para pelanggannya. Keunikan konsep bisnis yang Ia usung, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen, sehingga tanpa dukungan strategi promosi yang begitu ngoyo, bisnis café & resto milik Bobby selalu menjadi buah bibir para pecinta kuliner. Sehingga tidak heran bila melalui strategi pemasaran word of mouth (dari mulut ke mulut), sekarang ini Dream Cars Resto And Café selalu ramai dikunjungi konsumen baik dari dalam kota maupun luar Surabaya.

2.    Menciptakan sebuah pembeda
Blue ocean strategy pada dasarnya merupakan sebuah cara yang bisa dilakukan para pengusaha untuk menaklukan pesaingnya dengan menciptakan sebuah produk yang inovatif. Biasanya, produk yang ditawarkan memiliki keunikan tersendiri dan menawarkan nilai tambah yang belum pernah dimiliki kompetitor lain.

Contohnya saja seperti Rachman S Said, Alumni IPB Fakultas Teknologi Hasil Pertanian ini berhasil menciptakan mie inovatif dengan memanfaatkan bahan baku labu sebagai pengganti tepung terigu. Mengusung Bumie (labu mie) sebagai brand produknya, Rachman menciptakan sebuah gebrakan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh produsen mie di Indonesia. Keunggulan inilah yang membuat perkembangan bisnis Bumie bisa melaju dengan pesat, tidak heran bila permintaan konsumen terus meningkat dan kapasitas produksinya mulai bertambah menjadi 10.000–20.000 bungkus labu mie per bulan.

3.    Memiliki slogan yang unik dan berkesan di hati para pelanggan.
Keberadaan slogan bukan hanya untuk membuat tag line pada sebuah iklan, namun juga memiliki tujuan jangka panjang agar slogan tersebut bisa menciptakan kesan khusus di hati para pelanggan dan dapat tertanam cukup kuat dalam benak para konsumen. Strategi pemasaran ini sangatlah penting untuk memperkuat brand produk yang Anda usung, bahkan tidak hanya para pemula saja yang wajib menjalankan strategi ini untuk memperkenalkan brand produknya. Namun, perusahaan-perusahaan besar seperti McDonald pun sampai hari ini masih terus menanamkan slogan mereka kepada konsumen meskipun mereka telah berhasil menguasai pasar mancanegara. Dengan slogan andalannya I’m lovin’ it, McDonald berusaha menanamkan kecintaan para konsumen terhadap produk maupun perusahaan yang mereka jalankan. Sehingga wajar adanya, bila sekarang ini para konsumen di berbagai dunia memilih McDonald sebagai salah satu tempat makan atau restoran cepat saji yang sangat mereka gemari.

Dengan menerapkan blue ocean strategy dalam menjalankan bisnisnya, diharapkan para pengusaha maupun pelaku pasar bisa menciptakan sebuah ruang baru yang cukup potensial dan mendatangkan keuntungan yang cukup besar setiap bulannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar