Kamis, 10 Januari 2013

Strategy Kemasan Produk


Strategy Kemasan Produk




Strategi pemasaran bisnis memang tidak pernah ada matinya. Sampai hal – hal kecil pun ternyata dapat dijadikan sebagai strategi untuk mengembangkan sebuah bisnis. Salah satu contoh hal kecil yang sangat berpengaruh terhadap pemasaran adalah kemasan produk.

Tidak semua pelaku bisnis menyadari bahwa kemasan produk yang mereka tawarkan ternyata memberikan pengaruh besar terhadap angka penjualan produk mereka. Apalagi para pelaku usaha kecil yang saat ini banyak bermunculan, mereka hanya fokus untuk menciptakan suatu produk namun tidak memperhatikan kemasan produk yang digunakannya. Kemasan yang sering digunakan hanyalah kemasan plastik biasa yang tidak berbeda dengan pelaku bisnis lain.

Sebagian besar alasan para konsumen saat memilih produk, sebab mereka tertarik dengan kemasan produk yang unik dan menarik. Jika para konsumen telah tertarik dengan kemasan produk yang Anda tawarkan, peluang usaha Anda untuk meraih kesuksesan pun telah di depan mata. Karena Anda telah berhasil memberikan kesan pertama yang menarik bagi para konsumen untuk lebih loyal terhadap produk tersebut, sehingga tidak diragukan lagi bahwa peningkatan angka jual pun juga akan dialami usaha ini.

Meskipun kemasan produk menjadi salah satu strategi pemasaran yang efektif, namun harus diperhatikan pula desain dan bentuk kemasan yang diminati para konsumen. Berikut beberapa tips yang harus diperhatikan dalam membuat kemasan produk :

1.   Ciptakan kemasan produk yang unik dan menarik

Usahakan untuk menciptakan kemasan produk yang belum dipakai oleh produk lain. Sehingga produk yang Anda tawarkan memberikan kesan lebih menarik dan lebih unik dibandingkan produk lain dengan jenis usaha yang sama.

2.   Sesuaikan desain kemasan dengan isi produk

Selalu sesuaikan desain kemasan luar dengan isi dalam kemasan. Misalnya menawarkan produk snack jagung, maka kemasan luar produk bisa didesain dengan menampilkan gambar animasi jagung yang menarik. Sehingga konsumen tidak salah memilih produk yang mereka inginkan.

3.   Ciptakan kemasan dalam berbagai ukuran

Tujuan menciptakan kemasan dalam berbagai ukuran, dari yang kecil hingga kemasan yang berukuran besar karena tidak semua konsumen membutuhkan produk dalam jumlah yang banyak. Jadi mereka bisa memilih kemasan kecil sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu konsumen juga lebih menyukai produk dengan ukuran yang kecil, karena konsumen lebih tertarik dengan kemasan kecil yang lebih murah disbanding harga ukuran besar.

4.   Pilih kemasan yang dapat didaur ulang

Usahakan memberikan kemasan produk yang dapat di daur ulang, karena saat ini konsumen lebih memyukai kemasan yang dapat didaur ulang untuk mengurangi adanya global warming. Disamping itu kemasan yang tidak dapat didaur ulang juga dapat merugikan lingkungan.

5.   Sesuaikan kemasan dengan karakter konsumen

Bedakan kemasan produk sesuai dengan karakter para konsumen. Misalnya saja membuat desain kemasan produk sesuai dengan target pasarnya, bisa dibedakan berdasarkan umur konsumen, maupun jenis kelamin konsumen.

Dengan kemasan produk yang unik dan menarik juga dapat membentuk image atau citra suatu produk.

Rabu, 09 Januari 2013

Personal Branding Untuk Meyakinkan Para Konsumen


Personal Branding Untuk Meyakinkan Para Konsumen





Bagi seorang pelaku usaha, membangun sebuah reputasi dan menjaga nama baik tentunya menjadi salah satu kewajiban utama mereka untuk mendukung kelancaran pemasaran bisnisnya. Melalui strategi personal branding, seorang pelaku usaha dapat membangun citra (image) dan identitas diri tertentu untuk mempengaruhi orang lain agar memiliki persepsi dan pandangan yang positif  terhadap karakter, kepribadian, kemampuan, penampilan, maupun penawaran yang disampaikan.

Apabila brand image yang dimiliki pelaku usaha sudah cukup kuat, maka konsumen pun akan lebih percaya dengan kemampuan bisnis yang dijalankannya dan tidak ragu lagi untuk membeli produk atau jasa yang mereka tawarkan.

Karena itu, untuk membantu Anda meyakinkan para konsumen. Berikut adalah beberapa strategi pemasaran yang bisa Anda lakukan untuk membangun personal branding dari sekarang.

Mulailah dengan menonjolkan kelebihan yang Anda miliki
Untuk memancing rasa penasaran para pelanggan, tentunya Anda harus menonjolkan kelebihan dan kekuatan yang Anda miliki. Jadilah orang yang ahli di suatu bidang yang benar-benar Anda minati, dan yakinkan para pelanggan Anda bahwa nilai lebih yang tersimpan dalam diri Anda tidak dimiliki oleh orang lain di sekitar Anda. Kenali minat, bakat, keahlian, kemampuan, serta keunggulan Anda dari sekarang, dan teruslah mengasahnya untuk memperkuat personal branding yang sedang Anda rintis. Misalnya saja seperti kesuksesan Hermawan Kartajaya yang berhasil membangun personal branding dengan baik, sehingga sekarang ini dinobatkan sebagai pakar pemasaran di kancah internasional dan menjadi  salah satu 50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing.

Selalu aktif mempromosikan diri Anda
Selain membangun kekuatan untuk menonjolkan nilai lebih yang Anda miliki, strategi berikutnya yang bisa dijalankan yaitu selalu aktif dalam mempromosikan diri Anda. Contohnya saja dengan rutin membuat artikel di blog perusahaan Anda, mengisi kolom konsultasi di majalah bisnis dan lain sebagainya, membuat buku mengenai keahlian yang Anda miliki, mempromosikan kemampuan Anda melalui sosial media, mulai aktif menjadi nara sumber di berbagai macam kegiatan seminar maupun workshop, memperluas jaringan bisnis baik secara online maupun offline, memanfaatkan tanda pengenal seperti KTP, kartu nama, papan nama, foto dan lain sebagainya agar orang-orang di sekitar Anda mulai familiar dengan figur Anda.

Ciptakan sesuatu yang berbeda
Sesuatu yang unik tentunya akan lebih mudah diingat oleh setiap orang. Karena itu, ciptakan ciri khas tertentu atau sebuah keunikan baru yang membedakan diri Anda dengan orang lain maupun para kompetitor Anda. Hal ini penting, sebab sesuatu yang berbeda pastinya akan menarik perhatian konsumen sehingga mereka tidak sungkan-sungkan untuk mencari banyak informasi mengenai bisnis yang Anda jalankan maupun produk dan jasa yang Anda tawarkan. Contoh sederhana bisa Anda lihat dari kepopuleran istilah “Salam Super” yang sengaja digunakan Mario Teguh untuk memperkuat personal branding yang Ia bangun.

Tingkatkan kualitas bukan hanya memikirkan keuntungan
Untuk bisa mengambil hati para konsumen, yang terpenting adalah menjaga kualitas dan berusaha meningkatkan pengetahuan serta kemampuan Anda untuk memenuhi permintaan para konsumen. Hal ini perlu diperhatikan agar kepercayaan konsumen semakin terjaga dan tidak menganggap Anda sebagai seorang pelaku usaha yang bekerja secara profesional hanya berdasarkan besarnya keuntungan yang dijanjikan (money oriented).

Rabu, 02 Januari 2013

Mengapa yang Kaya Semakin Kaya


Mengapa yang Kaya Semakin Kaya



Penyebab seseorang yang kaya menjadi makin kaya raya harus Anda pelajari jika ingin meningkatkan penghasilan Anda. Kekayaan bisa Anda peroleh jika telah mempelajari perbedaan gaya hidup orang kaya.

Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin ?

Kenapa orang kaya semakin kaya ?, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial?

Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Kenapa orang miskin bablas miskin ?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.



Sumber : http://www.tdwclub.com/showthread.php?513-mengapa-yang-kaya-semakin-kaya/